Mencari Letak Keadilan Pencipta
bercermin dan banyaklah bercermin

Jan
22

Beberapa satker masih keliru dalam membuat data yang diminta. Akun jurnal neraca pada aplikasi SAKPA tidak boleh masuk dalam format tabel yang memuat informasi akrual. Piutang pajak misalnya, tidak boleh ditulis 114511 namun harus dituliskan misalnya 411121, 411122 dan seterusnya. Mengapa?

Lihat laporan Anda. Berapa realisasi anggaran untuk akun 114511? Akun 211211? Akun 211212? Tidak ada bukan? Yang ada hanyalah akun untuk pendapatan dan pengeluaran anggaran semacam 511111, 522111, atau untuk piutang PNBP lainnya 423999. Itulah alasannya. Dasar pemikiran akrual adalah: mengurangi/menambah nilai laporan realisasi, baik itu pendapatan maupun pengeluaran pada saat periode pelaporan telah berakhir. Bagaimana dengan persekot gaji?

Persekot gaji dikeluarkan dari SPM dengan akun 511111, 511119, 511121, 511122. Jika dimintakan di kantor lama, maka pengeluaran tersebut menjadi piutang di tahun anggaran berikutnya. Persekot gaji tidak dimasukkan ke dalam informasi akrual sebab keluar pakai jenis belanja 51 dan kembali pakai 42. Namun, transaksi ini wajib ada di jurnal neraca, BUKAN di tabel informasi akrual yang dibuat manual. Termasuk di dalamnya sisa cicilan perekot gaji karena telah lintas tahun anggaran ternyata si pegawai belum melunasi utang persekot gaji yang dulu dimintanya.

Jan
22

Sibuk menata hati. Hapeku yang selama 2 tahun lebih menemani diriku raib diambil pencopet. Pagi itu aku berangkat ke Surabaya dengan hati kalut dan badan letih. Saat turun dari bis (lebih tepatnya angkutan kaum terpinggirkan) merk “indonesia”….. Ah, nomer dan hapeku hilang. Nomer teman, saudara dan semua yang penting dalam hidupku. Saat ini aku mengetik di bangku bis. Bis dengan nama yang sama! Indonesia. Entahlah aku tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa saat ke depan. Lalu bagaimana mungkin hapeku kembali? Mengumpat juga tidak mengembalikannya….teringat akan kata sang guru, ikhlas ilanggggg ngedumel juga ilang, mending ikhlas. Mataku yang tidak tertahankan oleh serangan capek mengakibatkan raibnya hapeku. Kuketik di atas bis ini dan semoga cerita ini bisa menjadi momentum pengingat akan perjalanan pertama kali ke kanwil ditjen perbendaharaan sendirian.

Maka dari itu, hukuman potong tangan WAJIB diterapkan jika ingin kehidupan manusia ini hidup. Kejam? ooo tentu tidak. jika tidak merasakan bagaimana sakitnya kecopetan, tentu kau akan mengatakan kejam. “Lalu bagaimana dengan dia dan keluarganya? Bukankah copet itu juga wajib menghidupi anak istrinya?”. Bodoh sekali jika kau tanyakan hal ini. Bukankah ada HAK ku yang terambil dan itu lebih dari harga 100 gram emas. Jika ketemu kelak di pengadilannya Alloh, (Kau maha menyaksikan ya Rob, aku ingin keadilanMu untukku. Aku ingin memotong tangan kirinya, dan mengambil jatah seberapa besar kebaikan yang seharusnya kuterima!)

Sekarang aku ikhlas, rela. Nggak rela toh hapeku pergi juga. Tidak ada gunanya menyesali ah andaikan, andaikan. Aku sudah bertindak hati2 dengan menaruh dompetku di tas yang ku bawa. Aku tidak berkata “untung dompetku ga ikut hilang”. Aku lebih dapat menerima jika si pencopet juga telah diizinkan oleh Alloh untuk mengambil hapeku [dan SEMUA kontak yang ada!] Astaghfirulloh, mudah mudahan aku kuat menjalani sisa hidup yang tidak seberapa lama ini. Toh waktu lahir dulu aku juga tidak membawa HApe, dan meskipun aku tidak pesan untuk dilahirkan, aku tetap saja diuji/diperingatkan/diazab olehNya.

Hampa terasa hidpku saat ini, disaat permasalahan datang bertubi-tubi….Ah! Tapi segera aku ingat bahwa di luar sana masih banyak yang merasakan betapa beratnya hidup, betapa para pengamen jalanan, bapak-bapak dengan wajah teduh karaoke membawakan lagu mengharap receh … dan pengamen lainnya juga sama. Apa yang salah dari kejadian ini. BANYAK! aku salah karena kurang hati-hati, aku salah aku salah aku salah dan aku salah. Yang terpenting aku tahu kejadian ini semoga lebih mendekatkan aku pada penciptaku yang tanpa ku pesan telah menjadikanku. Jika diizinkan memiih, tentu aku memilih untuk dicetak menjadi batu bata.

Nov
20

Ketika memperhatikan anak-anak yang sedang tidur, ada sesuatuyang muncul  di dalam diri. Nak, dahulu ayahmu masih sekolah, sekarang disaat lelap mimpimu ayah sadar kau bukanlah milik ayah. Anakku, hidungmu, mata dan alismu, nampak jelas sekali fotokopi ayah nak. Tapi kau bukan milik ayah. Ada masanya engkau akan sendiri menemui penciptamu.

Sedapat mungkin ayah mengingat masa sendiri ayah, waktu ibumu belum di sisi ayah. Ke mana saja rasanya begitu menyenangkan dan … tanpa beban. Sekarang ayah memikul kewajiban akan tempat bernaung dari hujan dan berteduh dari terik matahari, memikirkan pakaian warna merah yang kau suka, telur burung puyuh favoritmu anakmu.

Mungkin sebentar lagi ayah akan jadi wali murid…yang ini mengingatkan ayah akan masa menjadi murid…dan jatuh cinta pada ibumu.

Nak, ayah bisa juga lupa bahwa kau beranjak tumbuh, bukan bayi gendut tembem lucu yang ke mana-mana harus digendong seperti lagunya mbah Surip. Doakan ayah dalam mimpimu ya nak, semoga ayah menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan selalu tenang menghadapi kehidupan.

Nak, itu adikmu di sampingmu… geser sedikit ya… Ayah menyayangimu, adikmu, dan juga mamamu.

Nov
19

Tips agar data satker dan KPPN Sinkron, perhatikanlah yang berikut ini:

1. Setelah dilakukan penyamaan data kelengkapan SK, mohon untuk tidak mengedit nomor agenda, uraian, dll. Menambahkan satu titik atau satu spasi akan mengakibatkan data dobel di KPPN, sedangkan data satker aman-aman saja.

2. Perhatikan jumlah pegawai dan jumlah jiwa hasil aplikasi GPP. Pastikan isian pegawai/jia pada SPM terkait sama.

3. Lakukan backup dengan cara menyalin c:\dbgaji8 secara keseluruhan. Ada kalanya aplikasi Satker bermasalah karena terlewatkan satu atau lebih edisi update sejak awal 2008.

4. Cetak daftar perubahan pegawai hanya untuk pegawai yang mengalami perubahan penghasilan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

5. Proses pengubahan NIP sesuai SK dari BKN sangat dianjurkan untuk ditunda hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Pengubahan kunci restore yang semula nomor agenda SK menimbulkan banyak masalah bagi KPPN (sementara bagi satker tidak begitu terpengaruh)

6. Pastikan Isian kolom NIP lama pada data pegawai tidak kosong. Jika ada pegawai baru, kolom NIP lama diisi 000000000 (angka nol sembilan digit).

7. Perubahan Anak  yang ditunjang (karena kakaknya dewasa atau menikah) masih dilakukan secara manual, artinya, tidak ada menu pengiriman ke KPPN.

Okt
27

Saya mohon maaf. Saya seorang muslim. Bagi Anda yang berkeyakinan lain, boleh jadi Anda akan menjumpai tulisan yang kurang sesuai dengan nilai kebenaran Anda. Oleh karena kompetisi ini bertemakan Islamic Bank, sudut pandang penulisannya juga berasal dari agama Islam. Barang kali kalau ada kompetisi Christian Bank atau Jewish Bank, tentu akan berbeda jalan ceritanya. Mari kita mulai.

Ada tiga agama besar di dunia yaitu Yahudi, Islam, dan Kristen. Masing-masing agama memiliki klaim kebenarannya sendiri. Mulai dari konsep ketuhanan hingga konsep kemanusiaan. Perbedaan-perbedaan yang ada tidak jarang menimbulkan perpecahan bahkan permusuhan. Namun, kita tidak tertarik untuk mempertentangkannya di sini. Kita ingin mencari teman, bukan musuh! Seperti kata pepatah: Musuh satu lebih banyak dari pada teman seribu. Punya banyak teman ‘kan enak pergi ke mana-mana. Ke pasar aman, ke sekolah nyaman. Syukur-syukur dapat bertemu di warung kopi lantas kita saling berebut untuk mentraktir. Perut kenyang, pikiran lapang. Betapa indahnya persatuan.

Oke, sepakat! Kita teman, apa pun agama Anda. Apa pun kepercayaan Anda. Sekarang mari kita lihat, ada berapa banyak kartu ATM yang Anda punya? Dua, tiga, empat? Pertanyaan selanjutnya di bank manakah Anda menyimpan uang Anda. Saya mempunyai tiga rekening, satu di Bank Pembangunan Daerah, di BRI, satu lagi Bank Muamalat. Dengan semua pertimbangan yang Anda miliki, tentu Anda berhak menentukan di mana akan menyimpan uang Anda sendiri. Akan tetapi, saya lebih suka menyimpan di Bank Muamalat dalam jumlah lebih besar. Perbandingannya jika di sana saya isi satu juta rupiah, di rekening lainnya tersisa maksimal seratus ribu rupiah saja. Mengapa? Apakah karena sepupu saya bekerja di sana? Bukan. Bukan itu.

Perbankan, apapun nama banknya, adalah bagian dari sistem ekonomi. Sistem ekonomi berbeda dangan ilmu ekonomi. Demikian tulis Hafidz Abdurrahman dalam Diskursus Islam Politik dan Spiritual. Jika ilmu ekonomi membahas bagaimana sebuah barang/jasa diproduksi, maka sistem ekonomi berbicara pada tataran bagaimana hukum/pandangan terhadap kepemilikan kekayaan, termasuk di dalamnya bagaimana cara pengelolaannya. Tentu saja tidak semua ekonom sepakat akan hal ini.

Secara sederhana sistem ekonomi minimal ada tiga, didominasi oleh negara, didominasi oleh pasar, dan campuran antara dominasi negara dan pasar. Tidak mungkin sebuah sistem yang berlaku disebuah perbankan lepas secara mandiri dari sistem ekonomi yang dianut oleh sebuah negara. Perkembangan yang terjadi belakangan ini, sistem campuran menjadi primadona di mana saja di seluruh belahan dunia. Negara membuat kebijakan lalu membiarkan pasar beroperasi asal tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan. Ibaratnya, melepaskan kepala kucing namun ekornya masih dipegang. Lantas, manakah di antara ketiganya yang merupakan sistem terbaik? Maaf, saya tidak tahu. Saya masih belum layak untuk membuat kesimpulan. Boleh jadi ada sistem keempat yang memiliki landasan berpikir berbeda dari ketiganya.

Hal yang “berbeda” inilah yang saya temukan di Bank Muamalat. Bisa dikatakan luar bisasa. Sistemnya lebih menentramkan hati. Tentu saja hati Anda berhak berkata lain. Lalu, dari mana datangnya ketentraman itu? Mari kita lanjutkan.

Sepanjang pengetahuan saya, terdapat dua hal mendasar dari dunia perbankan: nasabah menyimpan uang, bank memberikan pinjaman. Terus terang saya tidak tertarik pada iming-iming bagi hasil sebagai “dampak baik” dari kegiatan menabung. Terlalu kecil! Ketentraman itu timbul jika bank memberikan pinjaman kepada mereka yang memerlukan. Saya yakin sebagian dari uang pinjaman tersebut berasal dari uang saya. Jika bisnis yang dijalankan peminjam sukses, tidak jadi masalah. Bagaimana kalau gagal? Di sini letak luar biasanya bank dengan konsep “beda”. Pokok pinjaman tetap harus dikembalikan ‘kan? Namun kerugian peminjam ditanggung bersama antara bank dan peminjam. Terus apa keuntungan bank? Tidak ada! Yang penting kembalikan saja pokok pinjaman, gak usah pakai tambahan segala. Simak ilustrasi berikut:

Paman Anda meminjam Rp 100 juta kepada bank X, dengan bunga fixed selama 4 tahun sebesar 2 % per tahun. Uang tersebut dipakai untuk membuka peternakan sapi. Selama dua tahun, peternakan sukses sehingga menghasilkan keuntungan Rp 40 juta. Berapa sisa uang paman Anda? Katakanlah untuk membayar pokok pinjaman selama dua tahun adalah Rp 50 juta, bayar bunga selama dua tahun Rp 4 juta, uang masuk dikurangi uang keluar menghasilkan sisa Rp 86 juta. Lumayan, keuntungan paman masih Rp 36 juta (anggaplah yang Rp 50 juta masih duit pinjaman). Memasuki akhir tahun keempat terjadi musibah gempa dahsyat dengan kekuatan 7,8 skala richter. Peternakan paman terkena dampaknya. Banyak sapi mati. Kerugian ditaksir Rp 80 juta. Bagaimana ini, padahal paman harus membayar Rp 50 juta ditambah Rp 4 juta ke bank? Tidak peduli untung atau rugi, sebesar itulah yang harus dilunasi. Oke lah yang Rp 50 juta setuju. Masak harus tambah Rp 4 juta lagi? Paman ‘kan sedang tertimpa musibah? Kejam.

Bayangkan hal ini terjadi juga pada ayah Anda yang tercinta, sepupu teman Anda, tetangga Anda yang sering memberi kue, kenalan Anda dan tiga miliar orang di dunia. Untuk itulah kita memiliki tanggung jawab moral memindahkan isi tabungan biasa ke dalam tabungan luar biasa. Bayangkan hal ini dilakukan oleh 4 miliar orang di dunia. Boom!Terjadi Breaking News di mana-mana. BBC menyiarkan: Pemirsa terjadi fenomena aneh dalam perekonomian dunia. Orang-orang berbondong-bondong menguras rekening konvensional mereka lalu menumpuk saldo di sebuah rekening bank yang konon katanya mengutamakan keadilan. Hampir 99 persen bank yang sejak lama mendominasi dunia perbankan kolaps…

Satu minggu kemudian, majalah Time melaporkan terjadinya revolusi besar di seluruh dunia. Bank sentral di setiap negara meninggalkan sistem lama dan beralih ke sistem baru. Sebuah sistem yang menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan. Semua itu berawal dari rekening yang Anda miliki. Ternyata, nasib dunia di ujung jemari Anda!

Okt
05

Duhai yang memiliki segalanya… berikan kami rumah untuk bernaung, berlindung dan menghabiskan waktu bersama… Risiko sebagai pekerja yang dipindah-pindah menjadikanku sulit untuk memiliki rumah. Demi buah hatiku… Demi mimpiku…Demi duniaku

Okt
05

Perdirjen Perbendaharaan tentang Prosedur dan Tata Cara Permintaan serta Pembayaran Uang Lembur bagi PNS telah diterbitkan dengan nomor PER-41/PB/2009. Hal mendasar adalah tarif uang lembur mengikuti Standard Biaya Umum dan Berlaku Surut mulai 1 Januari 2009

Sep
25

meski terlahir normal, Adita Dwi Priyanti dinyatakan menderita retardasi mental tipe terdidik. Pada usia tiga bulan, Dita-panggilan akrab Adita Dwi Priyanti- jatuh dari tempat duduknya. Padahal, saat itu, sang ibu, Anik Winarti, berada di samping Dita. Ketika jatuh, bagian kepala Dita yang pertama menyentuh lantai.

“Saya langsung melihat kepalanya. Nggak ada luka. Nggak ada darah. Dita juga tidak muntah-muntah. Karena itu, saya kira Dita tidak apa-apa,” kata Anik. Perempuan 34 tahun tersebut tidak membawa anaknya ke dokter. Setelah kejadian itu, tak ada perubahan pada bocah yang kini berusia 7,5 tahun tersebut, baik secara fisik maupun mental. Anik juga tak berpikir aneh-aneh mengenai anak bungsunya tersebut.

Saat berusia dua tahun, Dita mengalami diare berat. Anik lantas membawa Dita ke dokter. Dia harus dirawat inap karena mengalami dehidrasi berat. “Saat itu, dokter yang memeriksa meminta saya untuk memeriksakan Dita lebih lanjut. Dokter menyebut ada kelainan yang diderita Dita. tutur Anik. Namun, hal tersebut tak dilakukan istri Priyo Utomo itu.

Dita pun pernah mengenyam pendidikan playgroup ketika usianya 2,5 tahun. Ketika sekolah di TK, ternyata Dita tak mampu mengikuti pelajaran yang diberikan. Anik lantas berinisiatif memeriksakan Dita ke RSUD dr Soetomo. Dokter yang memeriksa bertanya mengenai riwayat kesehatan Dita. “Ya, saya jelaskan bahwa Dita pernah jatuh. Namun tak ada luka dan darah. Dia juga nggak muntah-muntah,” terang ibu dua anak tersebut.

Dokter menyarankan Dita menjalani pemeriksaan CT-scan. Hasil pemeriksaan tersebut menyatakan bahwa kondisi otak Dita normal. Ketika diperiksa tingkat kecerdasannya, IQ Dita 76. Dita didiagnosis mengalami kemunduran (retardasi mental) 2-3 tahun. Maksudnya, pada usia tujuh tahun, kemampuan Dita sama dengan anak berusia lima tahun.

Meski begitu, Dita tetap sekolah di SD Inklusi. Anik mengatakan, dirinya juga membawa Dita ke bagian terapi okupasi RSU Haji, Surabaya. “Terapinya dilakukan sejak setahun lalu. Seminggu dua kali,” ujarnya.  (Terapi ini berupa: meniti balok untuk menguatkan keterampilan motori k dan melatih keseimbangan tubuh, latihan merangkak di terowongan buatan-penulis)

Setelah menjalani terapi okupasi, Dita mengalami perkembangan signifikan. Saat ini, Dita sudah bisa menulis huruf dan angka. Namun, dia tak mengerti apa yang ditulisnya. Dita juga bisa menyanyi. Dita mudah sekali mengikuti lagu yang ditayangkan televisi. “Tapi, kalau diminta belajar, susah sekali. Bergantung mood. Kalau sedang mood, tugas sekolahnya langsung dikerjakan,” papar anik. Sumber: Jawa Pos Kamis, 24 September 2009 Hal. 24

Sep
10

Saat ini sedang disusun Buklet tentang Aplikasi dan Peraturan untuk memudahkan pencairan dana APBN. Semoga dalam waktu yang tidak lama bisa dirilis untuk umum.

Sep
10

Bagi para pemilik laptop yang mengalami masalah dengan optik DVD Multi, ada beberapa hal yang harus diperhatiakn jika akan menginstal ulang sistem operasi. Selain menggunakn CD/DVD ROM eksternal, instal ulang Windows XP dapat dilakukan melalui USB.

Pastikan hanya ada satu partisi di harddisk Anda. Jika tidak proses ini akan gagal dilakukan. Backup data penting Anda untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selamat mencoba.